Anestesi Pada Trauma Ref.docx

20 pages
112 views

Please download to get full document.

View again

of 20
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
BAB I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Trauma adalah penyebab utama kematian pada usia 1-35 tahun di USA. Hingga 1/3 kasus di seluruh rumah sakit di USA berkaitan langsung dengan trauma. 50 % kasus trauma berakhir kematian segera, dan 30% lainnya terjdi beberapa jam setelah kejadian (golden hour). Dikarenakan banyak korban trauma memerlukan operasi secepatnya, ahli anestesi mempengaruhi tingkat keselamatan
Transcript
  BAB I Pendahuluan 1.1 Latar belakang Trauma adalah penyebab utama kematian pada usia 1-35 tahun di USA. Hingga 1/3kasus di seluruh rumah sakit di USA berkaitan langsung dengan trauma. 50 % kasus trauma berakhir kematian segera dan 30% lainnya ter!di beberapa !am setelah ke!adian g#ldenh#ur$. ikarenakan banyak k#rban trauma memerlukan #perasi se&epatnya ahli anestesimempengaruhi tingkat keselamatan k#rban. 'ada (aktanya ahli anestesi yang memberikanresusitasi primer dan memberikan tindakan anestesi sebagai tindakan selan!utnya. Adalah penting bagi ahli anestesi untuk selalu )aspada terhadap pe&andu #bat int#ksikasi akuthepatitis atau H*+. ,ab ini men!elaskan kerangka berpikir tentang penilaian a)al pasientrauma dan tindakan anestesi dalam terapi pasien &edera kepala leher dada perut danekstemitas. i akhir bab ada diskusi kasus tentang luka bakar. 1.2 Penilaian awal/Initial assessment 'emeriksaan a)al pasien trauma terbagi men!adi primary surey se&#ndary sureydan tertiary surey. 'rimary surey tidak b#leh lebih dari -5 menit dan harus meliputirangkaian A,  air)ay breathing &ir&ulati#n disability neur#l#gis dan eksp#sure lingkungan$. Apabila A, terganggu resusitasi harus segera di lakukan. 'ada pasien kritisresusutasi dan penilaian a)al dilakukan bersamaan #leh team trauma. 2#nit#ring dasar  4*,' 'ulse #ymetry harus segera dipasang sampai pasien mendapat terapi. 'rinsipdari '6 dibahas pada bab 78. 6esusitasi pasien trauma terdiri dari  (ase yaitu  k#ntr#l pendarahan dan terapi de(initie untuk traumanya. Se&#ndary surey dan tertiary sureydilakukan setelah primary surey selesai. Page 1 of 20   BAB II TINJAUAN KPU!TAKAAN2.1 P I#A $ !U %$a. Airwa& 2embebaskan dan 2en!aga !alan na(as selalu men!adi pri#ritas pertama. ,ila pasien dapat berbi&ara air)ay biasanya bagus &lear$ namun bila pasien tidak sadar  biasanya membutuhkan bantuan air)ay dan entilat#r. Tanda adanya #bstruksi yaituSn#ring meng#r#k$ gurgling strid#r gerakan dada yang par#d#ksikal. Adanya bendaasing di !alan na(as harus selalu dipikirkan apabila menghadapi pasien tak sadar. 2an!emenair)ay lan!ut adan&e$ seperti TT krik#tir#t#mi trake#st#mi$ diindikasikan bila ter!adiapnea #bstruksi persisten &edera kepala berat trauma maksil#(a&ial &edera leher denganhemat#m dan trauma dada berat.edera leher sepertinya tidak pada #rang sadar dengan tidak adanya ge!ala nyeri leher dan nyeri tekan leher. 5 kriteria adanya ke&urigaan &edera leher1 .nyeri leher . seere distra&ting pain/ nyeri yang sangat hebat3. adanya de(isit neur#l#gis7. int#ksikasi5. kehilangan kesadaran pada saat ke!adian(raktur &eri&al harus di&urigai bila ada minimal salah satu tanda tersebut meskitidak ditemukan !e!as di atas klaukula. 2eskipun telah menggunakan &riteria ini insidensi&edera leher sebesar %. *nsidensi &edera leher naik men!adi 10% dengan adanaya &ederakepala. Untuk men&egah hiperekstensi leher manuer !a) thrust terpilih untuk membebaskan !alan na(as. 9r#pharing dan nas#(aring tube bisa men!aga patensi !alan Page 2 of 20   na(as. alam 'asien tak sadar dengan trauma berat selalu dipikirkan adanya aspirasi !alanna(as harus segera di!aga menggunakan TT atau dilakukan trake#st#mi. Hiperekstensi leher dan traksi leher ke sumbu aksial depan : belakang$ harus di hindari bila ada ke&urigaan &edera leher. *m#bilisasi manual kepala leher harus dilakukan pada saat pengunaan laring#sk#p 2anuai *n ;ine Stabili<ati#n atau 2*;S$. Asisten diletakkan dikedua sisi kepala pasien memegang #&&iput dan men!aga !angan sampai kepala bergerak/ber#tasi. Hasil 'enelitian bah)a ter!adi pergerakkan leher  terutama +. 1 dan+. pada saat pemasangan sungkup #ksigen dan tindakan laring#sk#p meski telahdilakukan stabilisasi leher &#nt#h  2*;S aial tra&ti#n kantung pasir (#rehead tape s#(t&#llar 'hiladelphia &#llar$. ari semua teknik yang dipakai 2*;S merupakan teknik yang paling e(ekti( tetapi !uga membuat tindakan laring#sk#p men!adi lebih sulit. =arena hal ituada sebagian ahli anestesi lebih memilih intubasi nasal blind atau (iber#ptik$ pada pasiendengan na(as sp#ntan yang di&urigai &edera leher dan teknik ini !uga meningkatkan resik#aspirasi. an penggunaan lainnya dari light)and bullard laryng#sk#p >us&#pe atauintubating ;2A. =eahlian dan pilihan teknik ahli anestesi sangat menentukan dalam pemilihan teknik yang digunakan sekaligus man(aat dan resik# yang diterima pasien.=ebanyakan praktisi sangat akrab dengan intubasi #ral dan teknik ini sebaiknya dipakaiuntuk pasien apne dan pasien yang membutuhkan intubasi segera. *ntubasi nasal sebaiknyadihindari unuk pasien dengan (raktur )a!ah atau basis kranii. ,ila es#phageal #bturat#r air)ay telah dipasang maka alat ini tidak b#leh di &abut sampai trakea telah iintubasi untk men&egah regurgitasi.Adanya Trauma laring membuat situasi lebih buruk. ;uka terbuka bisa terlihat pendarahan pembuluh darah besar leher #bstruksi hemat#m atau edeme em(isemasubkutaneus dan &edera leher. Trauma laring tertutup kurang terlihat !elas ge!elanya yaitukrepitasi di leher hemat#ma dis(agia hem#ptisis atau suara serak. *ntubasi sadar a)akeintubati#n$ dengan TT ke&il ? in$ dengan laring#sk#p atau br#nk#sk#pi (iber#ptik dalamanestesi t#pikal bisa dilakukan bila laring bisa terlihat !elas. ,ila trauma )a!ah (a&ial$ atautrauma leher menghalangi tindakan intubasi maka tindakan trake#st#mi dalam anestesil#&al harus dipikirkan. 9bstruksi akut akibat trauma saluran na(as atas mugkinmembutuhkan tindakan krik#tir#t#mi perkutaneus atau #perasi trake#st#mi lihat diskusi bab 5$ Page 3 of 20   b. Breathing 'enilaian entilasi na(as yang terbaik yaitu dengan &ara l##k dilihat$ listen didengar$ (eel dirasakan$. ilihat apakah ada &ian#sis retraksi dinding dada (lail &hesttrauma tembus atau trauma tidak tembus su&king$ dada. engarkan apakah suara na(as adaatau tidak atau terdengar lemah. 6asakan apakah ada em(isema subkutan pergeserantrakea dan iga yang patah. =linisi harus selalu )aspada akan tensi#n pneum#th#ra dabhemat#t#ra biasanya hal ini ter!adi pada pasien dengan gagal na(as$ respirat#ry distress.rainase pleura mungkin diperlukan sebelum (#t# t#ra dilakukan. '. (ir'ulati)n Adekuatnya atau tidaknya sirkulasi bisa dilihat dari (rekuensi nadi kuat atautidaknya nadi tekanan darah dan per(usi peri(er. Tanda tidak adekuatnya sirkulasi yaitutakikardi lemah atau tak terabanya arteri peri(er hip#tensi ekstremitas yang pu&at dingindan sian#sis. 'ri#ritas utama dalam men&iptakan sirkulasi adekuat adalah menghentikan perdarahan pri#ritas selan!utnya yaitu mengganti &airan intraaskular. Henti !antung padasaat di !alan atau segera sesudah sampai di rumah sakit karena trauma tembus dada segeramemerlukan emergen&y r##m th#ra&#t#my 6T$. 6esusitasi t#rak#t#mi segeramenghentikan perdarahan yang !elas terlihat membuka peri&ardium men!ahit luka di !antung menutup &r#ss &lamping$ a#rta diatas dia(ragma. ,eberapa ahli bedah traumamenggunakan 6T untuk kasus henti !antung karena trauma tumpul abd#men. 'asien hamilaterm yang mengalami henti !antung atau sh#&k hanya dapat diresusitasi setelah bayinyadilahirkan. d. Perdarahan *hem)rrhage+ Asal perdarahan harus segera di&ari dan dihentikan dengan &ara balut tekan.'erdarahan ekstremitas mudah dihentikan dengan &ara balut tekan t#rniket bisamenyebabkan reper(usi#n in!ury trauma reper(usi$. 'erdarahan trauma dada biasanya berasal dari arteri inter&#stal dan biasanya berkurang atau berhenti setelah paru-parumengembang setelah dipasang TT$. 'erdarahan trauma abd#men tergantung tingkatkeparahannya bisa berhenti sendiri bisa diberikan resusitasi &airan dan tran(usi darah bersamaan dengan tindakan #perasi. 'akaian antish#k pneumati& pneumati& antish#&k garment$ bisa mengurangi perdarahan di perut dan ekstemitas ba)ah meningkatkan Page 4 of 20 
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x