93330821 Trauma Tumpul Mata (1)

11 pages
20 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
tt
Transcript
  I.   Trauma tumpul mata Trauma mata oleh benda tumpul merupakan peristiwa yang sering terjadi.Kerusakan jaringan yang terjadi akibat trauma demikian bervariasi mulai dari yangringan hingga berat bahkan sampai kebutaan. Untuk mengetahui kelainan yangditimbulkan perlu diadakan pemeriksaan yang cermat, terdiri atas anamnesis dan pemeriksaan. Anamnesis Pada anamnesis kasus trauma mata ditanyakan mengenai proses terjadinya trauma, benda apa yang mengenai mata tersebut. Bagaimana arah datangnya benda yangmengenai mata itu, apakah dari depan, samping atas, samping bawah, atau dari arahlain dan bagaimana kecepatannya waktu mengenai mata. Perlu ditanyakan pula berapa besar benda yang mengenai mata dan bahan benda tersebut, apakah terbuat dari kayu, besi atau bahan lainnya.Apabila terjadi pengurangan penglihatan ditayakan apakah pengurangan penglihtanitu terjadi sebelum atau sesudah kecelakaan tersebut. Perlu ditanyakan pula kapanterjadi trauma itu. Apakah trauma tersebut disertai dengan keluarnya darah dan rasasakit. Dan apakah sudah pernah mendapatkan pertolongan sebelumnya. Pemeriksaan pada kasus trauma mata dilakukan baik subyektif maupun obyektif. Pemeriksaan Subyektif  Pada setiap kasus trauma, kita harus memeriksa tajam penglihatan karena hal ini berkaitan dengan pembuatan visum et repertum . Pada penderita yang ketajaman penglihatannya menurun, dilakukan pemeriksaan refraksi untuk mengetahui bahwa penurunan penglihatan mungkin bukan disebabkan oleh trauma tetapi oleh kelainanrefraksi yang sudah ada sebelum trauma. Pemeriksaan Obyektif  Pada saat penderita masuk ruang pemeriksaan, sudah dapat diketahui adanyakelainan di sekitar mata seperti adanya perdarahan sekitar mata, pembengkakan di dahi,dipipi, hidung dan lain-lainnya.Pemeriksaan mata perlu dilakukan secara sistematik dan cermat. Yang diperiksa[ada kasus trauma mata ialah : keadaan kelopak mata, kornea, bilik mata depan, pupil,lensa dan fundus, gerakkan bola mata, tekanan bola mata.Pemeriksaan segmen anterior dilakukan dengan sentolop loupe, slit lamp danoftalmoskop. Kelainan akibat trauma tumpul mata  Kelainan orbita Jarang sekali ditemukan kelainan orbita akibat trauma tumpul. Apabila terjadikelainan orbita, maka gejala yang mudah tampak ialah adanya eksoftalmos dangangguan gerakan bola mata akibat perdarahan di dalam rongga orbita.Kadang-kadang juga terjadi hematom kelopak mata dan perdarahansubkonjungkitva.Fraktur rima orbita dapat diperkirakan pada perabaan yang terasa sebagai tepiorbita yang tidak rata.Fraktur di bagian dalam orbita, akan menyebabkan emfisem atau terjadi enoftalmos bahkan mungkin disertai kerusakan pada foramen optik dan mengenai saraf optik dengan akibat kebutaan. Untuk memastikan adanya keretakan tulang orbita dilakukan pemeriksaan radiologi orbita. Kelainan kelopak mata Trauma kelopak mata merupakan kejadian yang sering. Oleh karena longgarnya jaringan ikat subkutan, maka adanya hematom dan edema kelopak mata kadang-kadangmenunjukkan gejala yang berlebihan dan menakutkan, sehingga mendorong penderitauntuk lekas-lekas minta pertolongan dokter.Pada fraktur dasar tengkorak, perdarahan yang terjadi akan merembes sepanjangdasar orbita yang selanjutnya tampak sebagai hematom di kelopak mata atau perdarahan subkonjungtiva satu dua hari setelah terjadi trauma.Bila perdarahan terletak lebih dalam dan mengenai kedua kelopak dan berbentuk kacamata hitam yang sedang dipakai, maka keadaan ini disebut sebagai hematomakacamata. Hematoma kacamata merupakan keadaan sangat gawat. Hematoma kacamamata terjadi akibat pecahnya arteri oftalmika yang merupakan tanda fraktur basiskranii. Pada pecahnya a. Oftalmika maka darah masuk kedalam kedua rongga orbitamelalui fisura orbita. Akibat darah tidak dapat berbentuk gambaran hitam pada kelopak seperti seseorang memakai kacamata.Pada setiap trauma kelopak mata perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti mengenailuas dan dalamnya lesi (luka), sebab lesi yang tampaknya kecil di kelopak matakemungkinan disertai suatu lesi yang luas di dalam rongga orbita bahkan sampai kedalam bola mata.Pada hematoma kelopak yang dini dapat diberikan kompres dingin untuk menghentikan perdarahan dan menghilangkan rasa sakit. Bila telah lama, untuk memudahkan absorbsi darah dapat dilakukan kompres hangat pada kelopak mata.  Kelainan konjungtiva Konjungtiva mengalami edema yang tidak menimbulkan gangguan penglihatan.Jaringan konjungtiva yang bersifat selaput lendir dapat menjadi kemotik pada setiapkelainannya, demikian pula akibat trauma tumpul. Bila kelopak terpajan ke dunia luar dan konjungtiva secara langsung kena angin tanpa dapat mengedip, maka keadaan initelah dapat mengakibatkan edema pada konjungtiva. Kemotik konjungtiva yang beratdapat mengakibatkan palpebra tidak menutup sehingga bertambah rangsangan terhadapkonjungtiva, pada edema konjungtiva dapat diberikan dkongestan untuk mencegah pembendungan cairan di dalam selaput lendir konjungtiva. Pada kemotik konjungtiva berat dapat dilakukan disisi sehingga cairan konjungtiva kemotik keluar melalui insisitersebut. Jika terjadi perdarahan subkonjungtiva (hematoma subkonjungtiva), makakonjungtiva akan tampak merah dengan batas tegas, yang pada penekanan tidak menghilang atau menipis. Hal ini penting untuk membedakannya dengan hiperemi atauhemangioma konjungtiva. Lama kelamaan perdarahan ini mengalami, perubahan warnamenjadi membiru, menipis dan umumnya diserap dalam waktu 2- 3 mingguHematoma subkonjungtiva terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada atau di bawah kongjungtiva, seperti arteri konjungtiva dan arteri episklera.Pecahnya pembuluh darah ini dapat akibat batuk rejan, trauma basis kranii (hematomakaca mata), atau pada keadaan pembuluh darah yang rentan dan mudah pecah.Pembuluh darah akan rentan dan mudah pecah pada usia lanjut, hipertensi,arteriosklerose, konjungtiva meradang (konjungtivitis), anemia, dan obat-obat tertentu.Bila perdarahan ini terjadi akibat trauma tumpul maka perlu dipastikan bahwa tidak terdapat robekan dibawah jaringan konjungtiva atau sklera. Kadang-kadang hematomasubkonjungtiva menutupi keadaaan mata yang lebih buruk seperti perforasi bola mata.Pemeriksaan funduskopi adalah perlu pada setiap penderita dengan perdarahansubkonjungtiva akibat trauma. Bila tekanan bola mata rendah dengan pupil lonjongdisertai tajam penglihatan menurun dan hematoma subkonjungtiva maka sebaiknyadilakukan eksplorasi bola mata untuk mencari kemungkinan adanya ruptur bulbusokuli.Epitel konjungtiva mudah mengalami regenerasi sehingga luka pada konjungtiva penyembuhannya cepat. Robekan konjungtiva sebaiknya dijahit untuk mempercepat penyembuhannya. Pengobatan dini pada hematoma subkonjungtiva ialah dengankompres air hangat. Perdarahan subkonjungtiva akan hilang atau diabsorpsi dalam 1-2minggu tanpa diobati.  Kelainan kornea Trauma tumpul kornea dapat menimbulkan kelainan kornea mulai dari erosi korneasampai laserasi kornea. Bilamana lesi letaknya di bagian sentral, lebih-lebih bilamengakibatkan kekeruhan kornea yang luas, dapat mengakibatkan pengurangan tajam penglihatan. Pada umumnya bilamana lesi kornea itu tidak sampai merusak membran bowman atau stromanya, maka kornea akan cepat sembuh tanpa meninggalkan sikatriks pada kornea. Pada lesi yang lebih dalam pada lapisan kornea, umumnya akanmeninggalkan sikatriks berupa nebula, makula atau leukoma kornea.Edema kornea. Trauma tumpul yang keras atau cepat mengenai mata dapatmengakibatkan edema kornea malahan ruptur membran descement. Edema kornea akanmemberikan keluhan penglihatan kabur dan terlihatnya pelangi sekitar bola lampu atausumber cahaya yang dilihat. Kornea akan terlihat keruh, dengan uji plasido yang positif.Edema korne ayang berat dapat mengakibatkan masuknya serbukan sel radang danneovaskularisasi ke dalam jaringan stroma kornea. Pengobatan yang diberikan adalahlarutan hipertonik seperti NaCl 5% atau larutan garam hipertonik 2-8% , glukose 4%dan larutan albumin. Bila terdapat peninggian tekanan bola mata maka diberikanasetazolamida. Pengobatan untuk menghilangkan rasa sakit dan memperbaiki tajam penglihatan dengan lensa kontak lembek dan mingkin akibat kerjanya menekan korneaterjadi pengurangan edema kornea. Penyulit trauma kornea yang berat berupaterjadinya kerusakan M. Descement yang lama sehingga mengakibatkan keratopati bulosa yang akan memberikan keluhan rasa sakit dan menurunkan tajam penglihatanakibat astigmatisme iregular.Erosi kornea. Merupakan keadaan terkelupasnya epitel kornea yang dapatdiakibatkan oleh gesekkan keras pada epitel kornea. Erosi dapat terjadi tanpa cedera pada membran basal. Dalam waktu yang pendek epitel sekitarnya dapat bermigrasidengan cepat dan menutupi defek epitel tersebut. Pada erosi pasien akan merasa sakitsekali akibat erosi merusak kornea yang mempunyai serat sensiberl yang banyak, mata berair, dengan blefarospasme, lakrimasi, fotofobia, dan penglihatan akan tergantu olehmedia kornea yang keruh. Pada kornea akan terlihat suatu defek epitel kornea yang biladiberi perwarnaan fluoresein akan berwarna hijau. Pada erosi kornea perlu diperhatikanadalah adanya infeksi yang timbul kemudian. Anestesi topikal dapat diberikan untuk memeriksa tajam penglihatan dan menghilangkan rasa sakit yang sangat. Hati-hati bilamemakai obat anestetik topikal untuk menghilangkan rasa sakit pada pemeriksaankarena dapat menambah kerusakan epitel. Epitel yang terkelupas atau terlipat sebaiknya
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x