9331-22166-1-SM

7 pages
13 views

Please download to get full document.

View again

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
huhuhi
Transcript
  BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Sampai saat ini masih banyak kegiatan merokok pada masyarakat. Tidak hanya masyarakat di Indonesia tetapi juga masyarakat di dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2008 terdapat satu miliar orang pengguna produk tembakau di seluruh dunia (Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, 2013). Hasil survei tahun 2013 menunjukkan bahwa  proporsi orang dewasa laki-laki di Indonesia yang merokok mencapai 39% (WHO, 2014). Berdasarkan Riskesdas tahun 2007, persentase penduduk umur 10 tahun ke atas 23,7% merokok setiap hari, 5,5% merokok kadang-kadang, 3% mantan  perokok dan 67,8% bukan perokok. Prevalensi perokok di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Jumlah perokok pria meningkat 14%, sedangkan perokok wanita meningkat sebanyak 2,8% dari tahun 1995 sampai tahun 2011. Pada tahun 1995 jumlah perokok pria di Indonesia sebanyak 53,4% sedangkan tahun 2011 menjadi 67,4%. Untuk perokok wanita meningkat dari 1,7% pada tahun 1995 menjadi 67,4% pada tahun 2011 (Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, 2013). Data dari GATS tahun 2011 menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah  perokok tertinggi di dunia setelah Cina dan India dengan prevalensi perokok sebanyak 36,1% (Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, 2013).   2 WHO memperkirakan separuh kematian di Asia dikarenakan tingginya  peningkatan penggunaan tembakau. Angka kematian akibat rokok di negara  berkembang meningkat hampir 4 kali lipat. Pada tahun 2000 jumlah kematian akibat rokok sebesar 2,1 juta dan pada tahun 2030 diperkirakan menjadi 6,4  juta jiwa. Di negara maju kematian akibat rokok justru mengalami penurunan, yaitu dari 2,8 juta pada tahun 2000 menjadi 1,6 juta jiwa pada tahun 2030 (Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, 2013). Data Riskesdas (2013) menunjukkan perilaku merokok penduduk 15 tahun keatas masih belum terjadi penurunan dari 2007 ke 2013, cenderung meningkat dari 34,2% tahun 2007 menjadi 36,3% tahun 2013, begitu pula dengan perokok umur 10-14 tahun ditemukan meningkat 1,4% dari 6154 anak. Meskipun sebagian besar masyarakat mengetahui bahaya merokok, namun kebiasaan merokok tetap banyak dilakukan di masyarakat. Bahkan fenomena merokok ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun telah merambah ke remaja bahkan siswa sekolah. Tidak hanya siswa SMA atau SMU, tetapi sudah merambah ke siswa SMP. Data dari Global Youth Tobacco Survey  atau GYTS (2014) di Indonesia memperlihatkan 20% remaja usia 13-15 tahun (SMP) adalah perokok aktif. Dari jumlah tersebut, 36% adalah  pelajar laki-laki, sedangkan 4% adalah pelajar perempuan. Kenyataan adanya siswa SMP yang telah merokok tentu membuat keprihatinan, hal ini disebabkan karena rokok mempunyai sifat membuat orang kecanduan. Usia SMP merupakan usia yang masih belia, siswa SMP merupakan anak-anak bangsa yang diharapkan kelak menjadi generasi   3  penerus. Jika sejak dini remaja sudah diracuni oleh rokok, maka hal ini akan  berpengaruh tidak hanya pada keadaan fisik tetapi juga mental (Dinkes Karanganyar, 2014). Berdasarkan survei pendahuluan dari 50 siswa, 30 % siswa di SMP N 2 Tasikmadu menyatakan pernah merokok. Meskipun alasan sebagian orang  pertama kali merokok hanya untuk coba-coba atau ikut-ikutan teman, namun selanjutnya dapat menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Hal ini disebabkan karena nikotin yang ada dalam rokok akan menyebabkan efek kecanduan. Hasil pendalaman awal terhadap sikap siswa SMP Negeri 1 Tasikmadu, diketahui bahwa 3 (30%) menjawab ya, 4 (40%) menjawab tidak, dan 3 (30%) menjawab kadang-kadang, sementara sikap siswa SMP Negeri 2 Tasikmadu, diketahui bahwa 5 (50%) menjawab ya, 3 (30%) menjawab tidak, dan 2 (20%) menjawab kadang-kadang. Jika anak-anak sudah kecanduan rokok sejak dini maka akan lebih sulit untuk dihentikan. Oleh karena itu,  perlu dilakukan upaya untuk menghentikan kebiasaan ini pada siswa SMP yang sudah pernah merokok dan mencegah terjadinya kebiasaan merokok  pada siswa yang belum pernah merokok. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan  pengetahuan siswa tentang bahaya merokok (Komnas Perlindungan Anak, 2015). Dalam upaya menghentikan kebiasan merokok di kalangan remaja  beberapa upaya telah dilakukan salah satunya yakni pendidikan kesehatan (Bachtiar, 2015). Pendidikan kesehatan diharapkan dapat menghentikan   4 kebiasaan siswa merokok dan menghindari rokok bagi yang belum pernah mengonsumsinya. Berdasarkan hasil penelitian Puryanto (2012) diketahui  bahwa ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap siswa tentang bahaya merokok. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan metode dan media yang  berbeda-beda (Notoadmojo, 2012). Media digunakan untuk mempermudah  penyampaian pesan kepada target pendidikan. Salah satu media yang sering digunakan yakni media booklet   dan poster. Pada media booklet   dan poster    ini dapat menampilkan gambar-gambar yang menarik, lebih lengkap, lebih  praktis untuk dibawa, dan mudah dipelajari dimana saja dibandingkan leaflet dan media ini juga tidak memerlukan arus listrik yang kadang menjadi kendala pendidikan kesehatan dengan media s lide (Notoadmojo, 2012). Ada beberapa penelitian mengatakan tentang keefektifan dari booklet  . Penelitian yang dilakukan oleh Zulaekah (2012) menunjukkan bahwa media booklet   dan poster dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi sebanyak 17,44  point  . Penelitian lain juga membuktikan bahwa pendidikan kesehatan  berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya merokok (Tumigolung, dkk., 2013). Berdasarkan hasil penelitian Eko (2014), merokok merupakan masalah yang masih sulit diselesaikan hingga saat ini. Hal tersebut karena banyak faktor yang menyebabkan anak mencoba merokok, salah satunya adalah  perilaku, pengetahuan dan sikap terhadap rokok itu sendiri. Pengetahuan dan sikap ini dapat diubah dengan pemberian penyuluhan dan
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x