9331-18047-1-SM

11 pages
48 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
KEBIJAKAN LABELING TERHADAP IMPOR WINE DI PASAR UNI EROPA TAHUN 2010-2012 (STUDI KASUS: WINE AUSTRALIA)
Transcript
  JOM FISIP Vol. 3 No.1 –  Februari 2016 Page 1 KEBIJAKAN LABELING TERHADAP IMPOR WINE DI PASAR UNI EROPA TAHUN 2010-2012 (STUDI KASUS: WINE AUSTRALIA) Oleh: PUTRI NABILLAH ULFA Email: bila.ulfa@yahoo.com Pembimbing: Afrizal, S.IP, M.A Jurusan Ilmu Hubungan Internasional  –   Prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kampus Bina Widya JL. HR, Subrantas Km. 12,5 Simp. Baru Pekanbaru 28293. Telp/Fax: 0761-63272 Abstract This research describes about how the impact of wine labeling policy reform by the European Union to Australian wine imports in the EU market in 2010 until 2012. This is done by European Union because Australian wine import in 2004, 2005 and 2006 increase in EU Market. Besides that, European Union wants to protect their wine by the reformation. In this research writer  finds out that wine labeling policy reforms by European Union has influence to  protect their domestic products from the Australian wine products. The new wine labeling rules impact on the decreasing Australian wine imported  products. Keywords  : Wine, Labeling, Reform, Import, European Union.  JOM FISIP Vol. 3 No.1 –  Februari 2016 Page 2 PENDAHULUAN Latar Belakang   Wine  merupakan salah satu dasar yang menjadi ciri khas dari peradaban barat. 1  Bagi mereka, wine mengandung nilai-nilai yang memiliki arti penting, baik dalam hal keagamaan, sebagai minuman sosial hingga  perdagangan internasional. Secara historis terdapat kaitan yang erat antara wine  dengan keyakinan peradaban  barat. Steve Charters mengutip sebuah kalimat dari Unwin dalam bukunya yang  berjudul Wine and Society: The Social and Cultural Context of a drink   mengatakan  bahwa sifat anggur dapat dilihat sebagai simbolis agama. Pertama, wine  melambangkan konsep kematian dan kelahiran kembali. Fuller juga menjelaskan  bahwa ada hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa setidaknya ketika sebuah wine  terbuat dari anggur merah maka serupa dengan warna darah. Banyak mitos yang menjelaskan bahwa anggur awalnya datang sebagai darah hewan dari pencipta. 2  Oleh karena itu tradisi meminum wine  menjadi  bentuk alternatif untuk penghormatan kepada  pencipta. Meminum wine  juga diartikan sebagai bentuk rasa syukur atau thanksgiving   kepada pencipta yang biasanya dilakukan melalui perayaan-perayaan ketika seseorang  berhasil. Sebagai titik akhir tentang  pentingnya wine  dalam sebuah agama adalah tentang aroma yang dikeluarkan oleh wine  tersebut dalam sebuah ritual. Dikatakan  bahwa berbagai keunikan dari aroma khas 1  Stefan K. Estreicher. The past 7.400 years . 2004. <http://www1.mpi-halle.mpg.de/~md_simul/data/special-data/-history.pdf> [Diunduh pada 01 April 2015] 2  Steve Charters. Wine  and Society: The Social and Cultural Context of a drink. https://vinumvine.files.wordpress.com/2012/02/steve-charters-wine-and-society-the-social-and-cultural-context-of-a-drink.pdf   (Oxford: Butterworth Heinnenman, 2006), hal 159 yang dihasilkan dalam sebuah wine  memiliki arti-arti tertentu dalam sebuah ritual. Selain terdapat keterkaitan yang melekat antara isu-isu agama dengan wine,  walaupun masih belum bisa diteliti secara historis, tidak bisa dipungkiri bahwa tradisi meminum wine  merupakan sebuah bagian yang penting dalam kehidupan bagi  peradaban barat. Gagasan mengenai bahwa wine  merupakan bagian dari sebuah  peradaban memang terlihat sedikit tak terduga dalam studi akademis, namun terlihat  penting untuk beberapa alasan. Pertama, meminum wine  merupakan hal yang dilakukan untuk mengkomunikasikan suatu  pesan tentang kecanggihan suatu budaya baik itu individu maupun dalam sebuah komunitas. Hal ini bisa dilihat dari terciptanya karya-karya dari para seniman dalam mengekspresikan atau menyampaikan  pesan baik berupa sebuah lukisan, musik  bahkan sastra. Kedua, meminum wine  digunakan untuk menambah pengetahuan. Tradisi ini mencerminkan pendekatan  produksi berbagai negara dan wilayah. Hal ini menawarkan potensi tantangan intelektual untuk “menjelajahi” anggur terutama bagi  para konsumen yang hendak mengembangkan citranya. Hal ini bermaksud demi terciptanya kenikmatan sebuah produk  jadi harus melakukan pengumpulan sebuah informasi yang pada akhirnya dapat membentuk rasa percaya diri dan dapat menjadi proses yang menyenangkan bagi  peminumnya. Ketiga, bahkan meminum wine  dijadikan sebagai gaya hidup ramah bagi  peradaban tersebut. Memilih wine yang cocok dengan menu makanan, baik itu menu  pembuka, menu utama bahkan menu penutup adalah sebuah keharusan agar cita rasa yang didapatkan mengandung kepuasan bagi konsumen yang menyantap kombinasi hidangan tersebut. Perdagangan wine  dalam lingkup global sendiri mengalami peningkatan yang cukup pesat akhir-akhir ini. Pada tahun 1960 ekspor wine  global hanya mencapai 10% hingga tahun 1990 hanya mencapai 15%,  JOM FISIP Vol. 3 No.1 –  Februari 2016 Page 3 namun pada tahun 2004 hingga 2006 ekspor telah mencapai 25% bahkan lebih dari 30%. 3   Negara-negara di Uni Eropa merupakan negara terbesar dalam hal memproduksi maupun mengekspor wine  di dunia. Dalam  produksinya, Perancis merupakan negara  produsen wine  di Uni Eropa terbesar yang mewakili produksi wine  di dunia, yang kemudian diikuti oleh Italia, Spanyol, Jerman, Portugal, Rumania, Yunani dan Austria. 4  Kemunculan negara-negara baru dalam produksi wine  juga turut mewarnai aktivitas perdagangan global. Australia merupakan salah satu produsen wine  dunia  baru yang secara terus-menerus mengalami  peningkatan. Melakukan ekspor ke berbagai negara untuk menunjukkan eksistensinya sebagai produsen wine  dunia baru. Walaupun Uni Eropa masih tetap memimpin produksi wine  dunia, dengan lonjakan ekspor wine  yang dilakukan  produsen wine  dunia baru memunculkan kekhawatiran bagi produsen wine  dunia lama. Kegiatan perdagangan internasional di era globalisasi ini dihadapkan pada sebuah hambatan yang ditujukan bagi negara eksportir demi melindungi produk dalam negeri. Di Uni Eropa sendiri terdapat  perlindungan dari komisi Eropa untuk produk dalam negeri, termasuk TBT ( Technical  Barrier to Trade ). Hilman menggambarkan  bahwa TBT merupakan sebuah alat  pemerintah selain tariff dimana yang efeknya  berdampak secara langsung pada penekanan 3  Angela Mariani. The International Wine Trade: Recent Trends and Critical Issues. <http://ac.els-cdn.com/S221297741200004X/1-s2.0-S221297741200004X-main.pdf?_tid=ece0afd6-a452-11e5-a65b-00000aacb361&acdnat=1450311357_6880e3d5f7d735089c1539500cde257f  > [Diunduh pada 17 oktober 2015] 4  Ornella Bettini. Global Agricultural Information Network  . Laporan Tahunan 2013. <http://gain.fas.usda.gov/Recent%20GAIN%20Publications/ Wine %20Annual_Rome_EU-27_2-22-2013.pdf> [Diunduh pada 08 maret 2015]  produk impor. 5  WTO juga memasukkan TBT ke dalam enam kelas, yaitu standar makanan,  pelabelan, penilaian kesesuaian, pengemasan, wadah makanan dan kesehatan manusia. Para ahli di banyak negara sepakat bahwa yang dipilih dalam TBT pada kasus wine  adalah  bagian pelabelan. Di Uni Eropa sendiri sejak tahun 1960-an telah memperkenalkan satu set peraturan mengenai wine  yang dikenal dengan CMO ( Common Market Organization ) for Wine . Dalam peraturannya terdapat beberapa elemen kunci, diantaranya yaitu peraturan kualitas, kuantitas dan harga. Pada penelitian ini, labelling   merupakan salah satu bagian dari peraturan kualitas. Disebut peraturan kualitas karena meliputi berbagai instrumen kebijakan seperti batas geografis daerah anggur tertentu, winegrowing   dan aturan  produksi (seperti peraturan tentang berbagai anggur serta batas minimum dan maksimum alkohol). Sebagai bagian dari peraturan kualitas, Uni Eropa juga menetukan jenis label yang bisa dan harus digunakan. Hingga  pada tahun 2007 peraturan mengenai labelling    wine  di Uni Eropa direformasi. Dimana sebelumnya pelabelan hanya menyertakan wilayah geografis tetapi tidak menyebutkan nama wine.  Seperti misalnya hanya menyebutkan “Burgundi” sebagai wilayah geografis, tetapi tidak menyebutkan “Pinot Noir” sebagai nama wine  nya. Hingga setelah tahun 2008 pelabelan sekarang selain mencantumkan wilayah geografis, tetapi juga menyertakan nama wine  hingga tahun panen dengan dalih untuk memudahkan  pengidentifikasian karakteristik sebuah  produk. Dalam perkembangan  perdagangan wine  saat ini, dominasi Uni Eropa mengalami pergeseran yang ditandai dengan kemunculan kompetitor baru yaitu negara-negara  baru dalam memproduksi wine  yang 5  Melisa Sunorita & Idjang Tjarsono, 2014. Kebijakan hambatan non tariff di pasar Uni Eropa terhadap ekspor komoditas udang di Indonesia. 6 (1), 1580  JOM FISIP Vol. 3 No.1 –  Februari 2016 Page 4 dikenal dengan istilah “  New World  ”. 6   Negara-negara yang termasuk dalam kategori new world   ialah Australia, Selandia Baru, Argentina, Canada, Chili, Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Uruguay. Australia merupakan salah satu  produsen wine  dunia baru yang secara terus-menerus mengalami peningkatan. Pada tahun 2005-2006 Australia menjadikan Uni Eropa sebagai mitra utama dalam perdagangan wine . Ekspor wine  yang dilakukan oleh Australia ke Uni meningkat dengan  pesat. Karena hal tersebut mengimbangi ekspor wine  Uni Eropa sendiri ke negara-negara tujuan, oleh karena itu Uni Eropa melakukan reformasi kebijakan wine labelling   untuk melindungi produk dalam negerinya Kemunculan Australia Sebagai Produsen Wine   Dunia Baru. Sejak abad ke-21, bisnis wine  internasional meningkat. Pada tahun 2004 hingga 2006 produksi anggur dunia sangat meningkat, hal ini dikarenakan turut sertanya negara-negara dunia baru dalam memproduksi wine , termasuk Australia. Pasokan dari Australia sebagai salah satu produsen wine  dunia baru menyebabkan ketidakseimbangan yang mempengaruhi produksi industri wine . 7   6 Kym Anderson & Signe Nelgen. Golbal Wine  Markets1961 to 2009: a statistical compendium). https://www.adelaide.edu.au/press/titles/global- wine /Global- Wine -2009-EBOOK.pdf [Diunduh pada 17 September 2014] 7  Australian wine  industry challenge for the future. Tersedia di http://aaa.ccpit.org/Category7/mAttachment/2006/Dec/14/asset000070002011270file1.pdf (diakses pada Juni 2015) Sementara itu negara-negara  penghasil wine  tradisional mengalami  penurunan produksi sehingga menyebabkan impor yang melonjak dari negara-negara produsen wine  dunia baru seperti Australia. Dalam lingkungan ini kompetitif hiper, besar konsolidasi perusahaan terus di dunia  baru, sebagai pemain nasional berusaha untuk memposisikan diri sebagai  produsen anggur global (Coelho dan Rastoin, 2004). Industri wine  Australia diperluas hingga di seluruh bagian pada decade terakhir ini. Terdapat perluasan dalam setiap kebun-kebun anggur. Sebelum tahun 1980-an ekspor Australia selalu didominasi oleh wol dan emas, tetapi setelah itu ekspor wine  melebihi impor setiap tahun kecuali  pada tahun 1976-1986 merupakan tahun keemasan ekspor produk  pertambangan. Melihat lebih dekat dengan kasus Perancis, dengan konsumsi internal yang telah menurun dari 70% menjadi 62% dari produksi dalam 20 tahun terakhir (1982-2002), yang  pertumbuhan ekspor telah menjadi sangat diperlukan. Tren dari pergantian terakhir abad, mengambil ekspor setinggi 31% volume, telah berhenti,  bagaimanapun dan lebih tangguh  persaingan global sekarang baik diekspor volume dan nilai-nilai. Dengan volume yang sangat  besar surplus dan juga untuk dalam hal ekspor, Australia untuk tingkat yang lebih rendah, akan menjadi lebih lebih agresif dalam beberapa negara  pengimpor tumbuh. Wine di Australia. Australia memiliki lebih dari 2.400 kilang anggur yang tersebar di 65 kawasan anggur di seluruh penjuru negeri. Kawasan anggur Australia
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x