93018-3-413237162115

11 pages
15 views

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
etbis
Transcript
  PERTEMUAN 3 ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL 1. ETIKA DALAM LINGKUNGAN KERJA “Menjelaskan cara para individu mengembangkan kode etik pribadinya danmengapa etika penting di tempat kerja” Etika  adalah keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atautindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya. Nilai-nilai danmoral pribadi perorangan dan konteks social menentukan apakah suatu perilakutertentu dianggap sebagai perilaku yang etis atau tidak etis. Perilaku etis  merupakan perilaku yang mencerminkan keyakinan perseorangandan norma-norma social yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang benar dan baik. Perilaku tidak etis  adalah perlaku yang menurut keyakinan perseorangan dannorma-norma social dianggap salah atau buruk. Etika bisnis  adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau tidaketis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi. a. Etika Individual Karena didasarkan pada konsep sosial dan keyakinan perorangan, etikadapat bervariasi dari satu orang ke orang lainnya, dari satu situasi ke situasilainnya, serta dari satu budaya ke budaya lainnya. Cakupan standar sosial,misalnya cenderung cukup mendukung beberapa perbedaan keyakinan. anpa!usat !engembangan ahan #jar - $M Hesti Mahesari !E # M !i PENGANTAR $I!NI!  melanggar standar umum suatu budaya, individu dapat mengembangkan kodeetik pribadi yang mencerminkan beragam sikap dan keyakinan. ã  #mbiguitas, %ukum, dan &unia NyataMasyarakat umumnya menerapkan undang-undang 'ormal yangmencerminkan standar etis atau norma social yang berlaku. (ebagaicontoh ) karena kebanyakan orang menganggap pencuria merupakanperlakuan tidak etis, kita mempunyai undang-undang mela*an perilakutersebut dan cara menghukum orang yang mencuri. Kita berupaya membuatundang-undang yang tidak bersi'at ambigu, namun pena'siran danpenerapannya dapat menyebabkan ambiguitas. (ituasi dunia nyata dapatdita'sirkan berbeda, dan menerapkan aturan baku ke dunia nyata tidak selalumudah. ã Kode dan Nilai +ndividu agaimana kita berhadapan dengan perilaku bisnis yang kita yang kitaanggap tidak etis, khususnya jika bersi'at ambigu secara hokum elas kitaharus mulai dengan individu-individu dalam bisnis yaitu manajer, karya*an,agen dan per*akilan hukum lainnya. Kode etik pribadi masing-masing orangini ditentukan oleh kombinasi sejumlah 'aktor. b. tika isnis dan tika Manajerialtika manajerial merupakan stnadar perilaku yang memandu manajer dalampekerjaan mereka. /alaupun etika dapat mempengaruhi kerja dalam sejumlahhal, tidak ada ruginya menggolongkan dalam tiga kategori yang luas. 1. !erilaku terhadap karya*an 2. !erilaku terhadap organisasi 3. !erilaku terhadap agen ekonomi lainnya Perilaku terhada% kar&aan Kategori ini meliputi materi seperti merekrut dan mencatat, menentukankondisi upah dan kerja, serta memberikan privasi dan respek. !edoman etis danhukum mengemukakan bah*a keputusan perekrutan dan pemecatan harusdidasarkan hanya pada kemampuan karya*an melakukan pekerjaan. !usat !engembangan ahan #jar - $M Hesti Mahesari !E # M !i PENGANTAR $I!NI!  +lustrasi ) “manajer yang mendiskriminasikan orang #merika keturunan #'rikadalam perekrutan menunjukkan perilaku tidak etis dan mela*an hukum 0illegal1.etapi bagaimana dengan manajer yang merekrut teman atau saudara ketikamasih ada orang lain yang lebih memenuhi syarat Keputusan itu mungkin tidakmela*an hokum, namun secara etis tidak dapat diterima”.$pah dan kondisi karya*an *alaupun diatur oleh undang-undang, jugamerupakan bidang yang controversial. ayangkanlah situasi dimana seorangmanajer membayar seorang pekerja kurang dari selayaknya karena ia tahubah*a karya*an itu harus bekerja atau tidak bias mengeluh lantaran takutdiberhentikan./alaupun beberapa orang akan melihat perilaku itu tidak etis namun yang lainakan melihatnya sebagai taktik bisnis yang cerdas. Perilaku terhada% 'r(anisasi +su etis juga muncul dari perilaku karya*an terhadap majikannya,khususnya dalam kasus seperti kon'lik kepentingan, kerahasiaan dan kejujuran. Kon'lik kepentingan terjadi ketika suatu aktivitas bias menguntungkan individudengan menrugikan pihak majikannya.+lustrasi )”kebanyakan perusahaan memiliki kebijakan yang melarang bagianpembelian menerima hadiah-hadiah dari pemasok. +ndustri-industri yangbersaing ketat misalnya perangkat lunak, mode pakaian, mempunyai penjagakeamanan 0sa'eguard1 terhadap perancang yang menjual rahasia perusahaan kepesaing”.Masalah yang relative umum dibidang kejujuran umunya mencakup perilakuseperti mencuri pasokan, menggelembungkan laporan biaya, dan menggunakantelepon kantor untuk melakukan panggilan jarak jauh atas kepentingan pribadi. Perilaku terhada% a(en ek'n')i lainn&a tika juga tampil dalam hubungan antar perusahaan dan karya*annyadengan apa yang disebut agen kepentingan primer 0primary agents o' interest1terutama pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, penyalur dan serikat!usat !engembangan ahan #jar - $M Hesti Mahesari !E # M !i PENGANTAR $I!NI!  buruh. &alam menghadapi agen-agen tersebut ada peluang terjadinyaambiguitas etis dalam hampir setiap aktivitas seperti misalnya periklanan,laporan keuangan, pemesanan dan pembelian, ta*ar-mena*ar danperundingan, dan hubungan bisnis lainnya.+lustrasi ) “bisnis dalam industri 'armasi mendapat kritik karena tingginya hargaobat. Mereka beragumentasi bah*a harga obat tinggi karena harga itu harusmenutup biaya program riset dan pengembangan untuk mengembangkan obat-obat baru”. 0padahal harga obat tinggi karena perusahaan menanggung biayaroyalty dokter atas penggunaan terhadap obatnya1“banyak bisnis membuat laporan keuangan sangat agresi' dengan posisi positi',dan dibeberapa kasus terlalu menekankan proyeksi pendapatan untuk memikatlebih banyak investor” 0padahal kondisi sebenarnya perusahaan tersebut sedangdililit masalah serius1Masalah lain adalah variasi global dalam praktek bisnis. &i banyak negara suapmerupakan isu bisnis yang umum. $ndang-$ndang #merika (erikat melarangsuap, namun bagaimana dengan negara kita c. Menilai !erilaku tis #pa yang membedakan perilaku etis dan perilaku tidak etis kadang kalabersi'at subyekti' dan mengundang perbedaan pendapat. iga langkah yang disederhanakan untuk menerapkan penilaian etis terhadapsituasi yang dapat timbul selama kita melakukan aktivitas bisnis, tercermin padabagan berikut ini )!usat !engembangan ahan #jar - $M Hesti Mahesari !E # M !i PENGANTAR $I!NI!
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x